HUT ke-422 Singaraja, Buleleng Dorong Kebijakan Pro Rakyat dan Perkuat Harmoni

SHARE
BUPATI BULELENG LUNCURKAN PELAYANAN JOSS PATEN PADA UPACARA PERINGATAN HUT KOTA SINGARAJA KE – 422 DI TAMAN KOTA SINGARAJA , (SENIN 30/3)

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-422 Kota Singaraja dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai momentum memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan strategis. Senin (30/3)

Mengusung tema “Bhinneka Shanti Jagadhita”, perayaan tahun ini menegaskan komitmen Singaraja sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, menjaga harmoni, dan mengarah pada kesejahteraan bersama. Nilai ini dinilai selaras dengan sejarah Buleleng yang sejak awal tumbuh dari keberagaman etnis, budaya, dan agama.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa semangat persatuan dalam keberagaman menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Nilai tersebut, menurutnya, telah diwariskan sejak masa kepemimpinan Anglurah Ki Barak Panji Sakti yang dikenal membangun Buleleng dengan prinsip kebersamaan.

Memasuki satu tahun masa kepemimpinan bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, berbagai program mulai menunjukkan hasil sebagai implementasi visi pembangunan daerah yang terarah dan berkelanjutan.Salah satu langkah konkret yang langsung menyentuh masyarakat adalah peluncuran kebijakan pembebasan dan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Program ini ditujukan untuk meringankan beban warga sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak.Kebijakan tersebut mencakup pembebasan pokok dan denda PBB-P2 hingga tahun 2021, dengan syarat wajib pajak melunasi kewajiban tahun 2022 hingga 2026 sebelum batas waktu yang ditentukan. Selain itu, insentif pengurangan pajak juga diberikan bagi pembayaran lebih awal di tahun 2026.

Menurut Sutjidra, kebijakan ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap inovasi harus memberikan kemudahan dan manfaat langsung.“Inovasi yang dihadirkan harus benar-benar membantu dan meringankan masyarakat, termasuk dalam kewajiban perpajakan,” tegasnya.

Dari sisi capaian pembangunan, data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 5,2 persen, tingkat pengangguran turun menjadi 1,51 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 76,06.Capaian tersebut disebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat.

Sutjidra juga menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dalam pembangunan. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersatu sebagai bagian dari masyarakat Buleleng.“Semua adalah krama Buleleng. Saatnya kita bergerak bersama, menjaga keharmonisan dan membangun daerah ini tanpa sekat,” ujarnya.

Di sektor ekonomi, penguatan produk unggulan berbasis indikasi geografis turut menjadi fokus. Setelah kopi robusta Lemukih mendapatkan pengakuan, pemerintah daerah berencana mendorong komoditas lain seperti gula aren Pedawa dan kopi Gunung Kutul agar memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.

Selain itu, pembangunan infrastruktur terus digenjot, termasuk penataan kawasan strategis seperti titik nol Kota Singaraja dan Pelabuhan Tua, serta peningkatan kualitas jalan yang terintegrasi dengan sektor pendidikan, pariwisata, dan pertanian.

Di bidang kesehatan, rencana revitalisasi RSUD Kabupaten Buleleng juga menjadi prioritas, terutama untuk mengatasi tingginya antrean layanan medis.

“Kami merespons langsung keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, ini menjadi perhatian serius untuk segera dibenahi,” jelasnya.

Menutup rangkaian peringatan, pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas, khususnya bagi warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Banjar dan sekitarnya.

Langkah penanganan telah dilakukan, namun dukungan kolektif masyarakat dinilai tetap penting dalam mempercepat pemulihan dan menjaga semangat kebersamaan.