
SINGARAJA, SINGARAJANOW — Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar parade budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja. Parade ini menyajikan pementasan kolosal yang mengangkat perjalanan sejarah Anglurah Ki Barak Panji Sakti, mulai dari masa kelahiran hingga mencapai puncak kejayaan Kerajaan Buleleng.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi melalui pemukulan cengceng oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, serta Kajari Buleleng Edi Irsan Kurniawan, di kawasan Air Mancur Taman Kota Singaraja, Senin (30/3).
Parade diawali dengan penampilan Sanggar Seni Manik Uttara yang menampilkan keberagaman etnis di Bali Utara. Pertunjukan pembuka ini berhasil memukau para undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Selanjutnya, Sanggar Seni Sari Kencana dari Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, membawakan fragmen tari berjudul Embas Sang Putra yang mengisahkan pertemuan Dalem Sagening dengan Ni Luh Pasek, orang tua Ki Barak Panji Sakti.
Penampilan berlanjut dari Sanggar Seni Rare Mekar dan Werdhi Kumara, Kecamatan Tejakula, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari Ki Barak Panji Sakti. Selain fragmen tari, ditampilkan pula parade busana adat medeeng, busana khas Desa Sembiran, Tari Baris, hingga kesenian wayang wong.
Kecamatan Busungbiu kemudian menampilkan kisah saat Ki Barak Panji Sakti diutus ke Denbukit, sekaligus menampilkan tari sakral Rejang Kraman yang hanya dipentaskan lima tahun sekali sebagai wujud syukur atas hasil panen.

Kisah pertemuan Ki Barak Panji Sakti dengan raksasa Panji Landung dibawakan oleh Kecamatan Kubutambahan, yang juga menampilkan busana deeng perempuan serta kesenian Gambuh dari Desa Bila.
Kecamatan Seririt menampilkan fragmen penyelamatan kapal karam milik saudagar Tiongkok oleh Ki Barak Panji Sakti. Dilanjutkan Kecamatan Banjar yang mengisahkan penobatan beliau sebagai Raja Buleleng.
Sementara itu, Kecamatan Sukasada menampilkan strategi perang Ki Barak Panji Sakti saat menyerbu Kerajaan Blambangan dengan taktik megoak-goakan. Kisah perjuangan berlanjut dari Kecamatan Sawan yang menggambarkan gugurnya Pangeran Danudhresta, putra tunggal Ki Barak Panji Sakti, dalam pertempuran melawan Blambangan.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa parade budaya ini digelar sebagai upaya menyegarkan ingatan masyarakat terhadap sejarah lahirnya Kota Singaraja, sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi para seniman tradisional.
“Ini menjadi momentum untuk merangsang para yowana agar aktif dalam kegiatan seni dan budaya seperti ini,” ujarnya.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Bali Wayan Koster. Ia berharap parade budaya ini mampu menampilkan kekhasan seni dari masing-masing kecamatan serta berkontribusi terhadap kemajuan budaya Bali.
“Saya titip kepada Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh komponen masyarakat agar Buleleng ke depan mampu memberi harapan baru dan manfaat besar, tidak hanya bagi daerahnya, tetapi juga untuk Bali secara keseluruhan,” ungkapnya.
Selain menampilkan fragmen sejarah, parade budaya ini juga menghadirkan kekhasan masing-masing kecamatan melalui gebogan, uparengga, serta busana adat medeeng. Pawai ditutup dengan penampilan dari Kecamatan Buleleng yang mengangkat kisah kejayaan Kerajaan Buleleng, yang disambut tepuk tangan meriah dari penonton.
Seluruh peserta dari sembilan kecamatan kemudian melakukan pawai menyusuri jalan utama hingga berakhir di Terminal Banyuasri. Meski sempat diguyur gerimis, antusiasme masyarakat tetap tinggi, baik penampil maupun penonton bertahan hingga acara usai.
Turut hadir menyaksikan parade budaya ini, Anggota DPRD Provinsi Bali Kadek Setiawan dan I Gede Kusuma Putra, Ketua TP PKK Ny. Wardhany Sutjidra bersama Sekretaris TP PKK Ny. Hermawati Supriatna, Ketua Gatriwara Ny. Luh Parmiti Arya, Ketua DWP Ny. Dewi Suyasa, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Buleleng, pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMD, serta undangan lainnya.
