TITD Ling Gwan Kiong Singaraja Gaungkan Kebhinekaan Lewat Imlek 2577

SHARE

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di TITD Seng Hong Bio – Ling Gwan Kiong Singaraja tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Tionghoa, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebhinekaan dan persaudaraan di tengah masyarakat majemuk. Hal ini tercermin dari tema yang diusung tahun ini, yakni “Harmoni Imlek Nusantara.”

Ketua TITD Ling Gwan Kiong Singaraja, Wirasanjaya, SH., MH., CLA., atau Cong San, menyampaikan bahwa tema tersebut selaras dengan semangat kebersamaan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang suku, agama, dan budaya.

“Imlek bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga momentum membangun keharmonisan. Kami ingin nilai-nilai Imlek dapat dirasakan secara universal oleh masyarakat Nusantara,” ujar Cong San, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Imlek akan diawali dengan ritual Pengantaran Dewa Naik pada 10 Februari 2026. Ritual ini menjadi simbol pertanggungjawaban manusia kepada Sang Pencipta atas kehidupan yang telah dijalani selama setahun.

Puncak perayaan akan berlangsung pada malam 16 Februari 2026. Demi menjaga kekhusyukan dan ketertiban, pihak klenteng mengatur pelaksanaan sembahyang bersama dalam beberapa sesi. Selain sembahyang pergantian tahun, umat juga akan disuguhi atraksi barongsai yang sarat makna filosofis, sebagai simbol pengusiran energi negatif dan harapan akan keberuntungan di tahun baru.

Perayaan Imlek 2577 di Ling Gwan Kiong juga akan ditutup dengan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026. Dalam rangkaian tersebut, dilaksanakan ritual Tolak Bala atau Chiswak massal sebagai upaya penyelarasan diri bagi umat yang mengalami ciong di Tahun Kuda.

Cong San menambahkan, Imlek merupakan tradisi budaya yang telah lama hidup dan berkembang di Indonesia, serta diakui secara nasional sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

“Imlek adalah tradisi leluhur masyarakat Tionghoa yang sarat nilai syukur, kerja keras, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat persatuan bangsa,” ungkapnya.

Ia pun berharap perayaan Imlek 2577 dapat berlangsung dengan aman, damai, dan membawa keberkahan, tidak hanya bagi umat Tionghoa, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Buleleng.

“Dalam keberagaman, kita belajar saling menghormati. Harmoni itulah yang menjadi kekuatan utama kita sebagai bangsa,” pungkasnya.