Ribuan Warga Turun ke Pesisir, Buleleng Tegaskan Komitmen Bersih Laut Lewat Aksi Serentak

SHARE

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Sedikitnya 5.200 peserta ambil bagian dalam aksi Gerakan Bali Bebas Sampah yang digelar serentak di tujuh titik pesisir Kabupaten Buleleng, Minggu (1/3). Aksi bersih-bersih ini dipusatkan di Pantai Kampung Baru dan menjangkau Pantai Kubu Jati, Pantai Penarukan, Pantai Kayu Buntil, Pantai Camplung, Pantai Pemaron, serta Pantai Anturan.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak se-Bali untuk mendukung program nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ribuan peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, aparat, komunitas, hingga masyarakat umum bergerak memungut dan memilah sampah di sepanjang garis pantai.


Aksi di Pantai Kampung Baru dipimpin langsung Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna serta Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama menjaga ekosistem laut dan lingkungan pesisir.


Bupati Sutjidra menyampaikan, dengan garis pantai sekitar 157 kilometer—terpanjang di Bali—Buleleng menghadapi tantangan serius berupa sampah kiriman, terutama saat cuaca ekstrem. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor.


“Kita mungkin tidak tahu dari mana sampah itu datang. Tapi kita tahu kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Inilah wujud gotong royong Buleleng,” tegasnya.


Ia juga memastikan gerakan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan, termasuk melalui kegiatan rutin setiap Jumat oleh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama masyarakat di wilayah binaan masing-masing. Menurutnya, budaya bersih harus ditanamkan sebagai bagian dari tanggung jawab jangka panjang, bukan hanya demi pariwisata, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.


Sementara itu, Ketua Panitia I Gede Putra Aryana menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah, khususnya plastik yang mendominasi kawasan pesisir. Sampah yang terkumpul dipilah antara organik dan anorganik sebelum diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup menuju TPA Bengkala untuk pengelolaan lanjutan.
Tak hanya di kawasan pantai, aksi serentak juga digelar di 148 desa se-Kabupaten Buleleng dengan melibatkan Forkopimda, DPRD, TNI/Polri, Kejaksaan, Pengadilan, OPD, BUMD, camat, lurah, perbekel, komunitas lingkungan, mahasiswa, pelajar, pelaku usaha pariwisata, hingga masyarakat umum.


Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng turut menguatkan komitmen Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), yakni upaya memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah tangga dan lingkungan masing-masing sebagai langkah konkret mewujudkan pesisir yang bersih dan berkelanjutan.