
SINGARAJA, SINGARAJANOW, – Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Salah satu wujudnya terlihat saat Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Buleleng, Gede Melandrat, mewakili bupati dalam menyambut kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, di kawasan perkebunan bawang seluas sekitar tiga hektare di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Selasa (7/4).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung terhadap sentra produksi bawang di Buleleng, sekaligus upaya mendorong penguatan sektor pangan berbasis potensi lokal. Dalam agenda itu, Qodari berdialog dengan petani guna menggali berbagai persoalan di lapangan, mulai dari biaya produksi, distribusi hasil panen, hingga kendala pascapanen seperti ketersediaan benih dan fluktuasi harga.
Ia menegaskan bahwa peran petani sangat vital, tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai penjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Menurutnya, sektor pertanian memiliki keterkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Lebih jauh, Qodari menyoroti pentingnya integrasi antara produksi di tingkat desa dengan program strategis pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai, kontribusi petani menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Di sisi lain, ia juga mengungkapkan bahwa Buleleng merupakan salah satu daerah penopang sektor pertanian di Bali. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal produktivitas. Data menunjukkan produksi bawang merah tahun 2024 berada di angka sekitar 3.292 kuintal, atau turun 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terjadi peningkatan luas panen.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan luas lahan belum diiringi dengan hasil produksi yang optimal. Ini menjadi pekerjaan bersama agar ke depan produktivitas dapat ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPKPP Buleleng Gede Melandrat menjelaskan bahwa karakter wilayah Buleleng yang dikenal dengan konsep “nyegara gunung” memungkinkan pengembangan sektor pertanian dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Beragam komoditas hortikultura, termasuk bawang, terus didorong sebagai unggulan daerah.
Pemerintah daerah, lanjutnya, secara konsisten memberikan pendampingan teknis kepada petani, membuka akses permodalan, serta mengusulkan bantuan sarana produksi seperti alat mesin pertanian. Hal ini penting mengingat sebagian besar lahan di wilayah Gerokgak merupakan lahan kering yang membutuhkan dukungan teknologi.
Melandrat juga menegaskan bahwa kunjungan Kepala Staf Kepresidenan menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor pertanian di Buleleng, khususnya komoditas bawang yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pasokan pangan nasional.
Pemkab pun telah menyiapkan berbagai data dan rencana pengembangan kawasan untuk mendukung peningkatan produksi ke depan.
