Kontes Bonsai Nasional Kalpataru 2026 Hadirkan 518 Karya, Semarakkan HUT ke-422 Kota Singaraja

SHARE
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra foto bersama peserta Pameran Bonsai di RTH Bung Karno Sukasada

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Kalpataru Bonsai Buleleng 2026 kembali menjadi salah satu magnet dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja. Kegiatan yang digelar pada 28 Februari hingga 8 Maret 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Singaraja ini menghadirkan 518 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, secara resmi membuka kontes dan pameran nasional tersebut di RTH Taman Bung Karno, Rabu (4/3). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, ajang berskala nasional ini tidak hanya menjadi ruang bagi para seniman dan penghobi bonsai untuk menampilkan karya terbaik, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perkembangan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan di Kabupaten Buleleng.

“Kami memberikan ruang dan wadah bagi para seniman dan penghobi bonsai dari berbagai daerah untuk menampilkan karya terbaiknya sekaligus memperkuat citra Buleleng sebagai salah satu pusat perkembangan seni bonsai di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Buleleng, I Ketut Yoga Saputra, melaporkan sebanyak 518 bonsai yang dikonteskan dan dipamerkan terdiri dari berbagai jenis unggulan seperti ficus atau beringin, asoka, sianci, saeng simbur, serut, sisir, kaliaga, sancang, serta sejumlah spesies lainnya.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional dengan sejumlah kategori penghargaan, di antaranya Best 10 terbaik pada masing-masing kelas yakni kelas Utama, Madya, Pratama, dan Bahan. Selain itu juga terdapat penghargaan Best in Show sebagai bonsai terbaik dari seluruh pameran serta Best Spesies untuk pohon lokal Indonesia terbaik.

Para pemenang memperoleh piagam dan piala penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas karya dan dedikasi dalam seni bonsai. Panitia juga menyiapkan berbagai door prize menarik, termasuk sepeda motor dan sepeda listrik yang bersumber dari dukungan CSR serta kontribusi anggota komunitas bonsai.

Lebih lanjut dijelaskan, event yang secara konsisten masuk dalam rangkaian HUT Kota Singaraja sejak 2023 hingga 2026 ini tidak hanya menampilkan karya seni tanaman bernilai tinggi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kehadiran peserta dan penghobi dari berbagai provinsi turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan Taman Bung Karno dan wilayah Buleleng secara umum.

Selain menikmati pameran, para penghobi juga berburu berbagai perlengkapan bonsai seperti pot, kawat, media tanam, pupuk hingga bibit bonsai yang dipasarkan oleh petani dan pedagang lokal Buleleng.

Dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Buleleng serta unsur Forkopimda, Kalpataru Bonsai Buleleng 2026 diharapkan semakin memperkuat citra Singaraja sebagai kota bersejarah yang kreatif, produktif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional. Semarak HUT ke-422 Kota Singaraja pun tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga menjadi panggung kolaborasi seni, lingkungan, dan penguatan ekonomi kerakyatan di Bumi Panji Sakti.