Jelang Tawur Kesanga, Bupati Sutjidra Ikuti Mapepada di Desa Adat Buleleng

SHARE
Tradisi Mepepada, tradisi yang dilaksanakan setahun sekali di Pura Desa Adat Buleleng, Selasa (17/3)

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengikuti rangkaian Upacara Mapepada di Pura Desa Adat Buleleng, Selasa (17/3), sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Tawur Kesanga menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra mengajak umat Hindu di Kabupaten Buleleng untuk memaknai perayaan Nyepi dengan menjalankan Catur Brata Penyepian secara sungguh-sungguh agar perayaan Nyepi berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Upacara Mapepada merupakan prosesi penyucian hewan yang akan digunakan sebagai sarana pecaruan dalam rangkaian Tawur Kesanga. Prosesi tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Wakil Ketua DPRD Buleleng I Nyoman Gede Wandira Adi, serta Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa.Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis wewalungan atau hewan persembahan berupa seekor anak sapi oleh Bupati Sutjidra kepada Kelian Desa Adat Buleleng.

Hewan tersebut kemudian diserahkan kepada Banjar Adat Kampung Anyar sebagai sarana upacara pecaruan Tawur Kesanga yang akan dilaksanakan pada Rabu (18/3) menjelang Hari Raya Nyepi.

Bupati Sutjidra menegaskan pentingnya menjalankan Catur Brata Penyepian dengan penuh disiplin dan kesadaran.“Mari menjalankan Catur Brata Penyepian dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Ia juga mengimbau umat Hindu agar melaksanakan Catur Brata Penyepian dari rumah masing-masing serta menghindari aktivitas di luar rumah demi menjaga kondusivitas selama Nyepi berlangsung.“Sehingga pelaksanaan Nyepi tahun ini berjalan dengan khidmat,” tutupnya.