
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Buleleng menegaskan komitmen insan pers untuk tetap mengedepankan akurasi dan etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
Penegasan tersebut mengemuka dalam diskusi yang digelar PWI Kabupaten Buleleng di Aula Lantai IV Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Jumat (27/2).
Kegiatan peringatan HPN yang dilaksanakan PWI Kabupaten Buleleng dibuka oleh Bupati Buleleng yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, I Nyoman Surattini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar forum diskusi tersebut mampu mendorong terwujudnya kehidupan pers nasional yang merdeka, profesional, bermartabat, dan berintegritas.
Menurutnya, pemenuhan hak publik atas informasi yang tepat, akurat, dan benar menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama di era digital. Perkembangan teknologi dinilai telah mempercepat arus informasi secara signifikan, namun prinsip kebenaran dan etika harus tetap menjadi pijakan utama.
“Kita hidup di era digital dengan arus informasi yang begitu cepat. Sebuah peristiwa dapat menjadi viral dalam hitungan menit. Namun kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran, dan viralitas tidak boleh mengesampingkan etika,” ujarnya.
Ia menegaskan, pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi. Selain menyampaikan informasi, pers juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik, pengawas kebijakan, serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Profesionalisme, independensi, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik harus senantiasa dijunjung tinggi.
Pemerintah Kabupaten Buleleng, lanjutnya, terbuka terhadap kritik yang konstruktif dan pemberitaan yang berimbang. Hal tersebut dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Kami terbuka terhadap masukan dan terus berkomitmen membangun komunikasi yang sehat bersama insan pers,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Buleleng, Made Winingsih, menyampaikan bahwa peringatan HPN menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap praktik jurnalisme yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
“Di sinilah pentingnya etika jurnalisme. Pers memiliki tanggung jawab moral dan sosial,” ujarnya.
Diskusi dalam rangkaian peringatan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni jurnalis senior I Gusti Putu Artha dan akademisi IMK I Gusti Ngr. Aan Dharmawan. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat soliditas insan pers di Buleleng dalam menjaga marwah profesi serta menghadirkan informasi yang berkualitas bagi masyarakat.
