
BADUNG, SINGARAJANOW, – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menghadiri ramah tamah rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara di Pusat Latihan PSPS Bakti Negara, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu (31/1).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan anggota PSPS Bakti Negara Bali. Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap para pesilat yang dinilai mampu menjaga komitmen kebangsaan, toleransi, serta kedamaian di Bali. Ia menekankan pentingnya karakter ksatria yang menjunjung kebenaran tanpa menimbulkan konflik sosial.

Gubernur Koster juga menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap keberlangsungan PSPS Bakti Negara. Menurutnya, pencak silat tidak hanya berperan sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter yang disiplin, tangguh, bermental kuat, serta memiliki kepekaan sosial dan spiritual. Ia pun mendorong agar keberadaan PSPS Bakti Negara dapat diperluas hingga ke tingkat kabupaten dan desa.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSPS Bakti Negara Provinsi Bali, Nyoman Giri Prasta, mengapresiasi dedikasi seluruh anggota dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya leluhur Bali. Ia menyebut Bakti Negara menjalankan nilai sekala-niskala yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk keterkaitannya dengan tarian sakral silat Bali yang berlandaskan konsep Tri Sakti.
Dalam rangka peringatan HUT ke-71, PSPS Bakti Negara juga menggelar anjangsana dari Desa Sangeh menuju Pusat Latihan PSPS Bakti Negara di Sading sejak pukul 03.00 WITA. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali menyerahkan hibah lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 34 are senilai Rp13 miliar sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kegiatan pencak silat dan pembinaan generasi muda Bali.
