
Rabu, (11/3)
SINGARAJA, SINGARAJANOW — Kabupaten Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia melalui Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Rabu (11/3).
Festival seni budaya ini diikuti delegasi dari enam negara yakni Korea Selatan, Thailand, Bulgaria, Filipina, Taiwan, dan Indonesia.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, mengatakan BIRF tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang dialog serta persahabatan antarnegara.
Pemerintah dan masyarakat Buleleng, kata dia, merasa terhormat dapat menyambut para delegasi yang hadir dalam festival internasional tersebut.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival ini, mulai dari instansi pemerintah, lembaga negara, sponsor hingga komunitas seni dan pendidikan.
Dukungan tersebut datang dari IOV Indonesia, UNESCO, Sanggar Selisari Budaya, serta Universitas Pendidikan Ganesha bersama berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di Buleleng.Sementara itu, Presiden IOV Indonesia, Andris Adhitra, menyampaikan bahwa keterbukaan masyarakat Buleleng menjadi salah satu alasan daerah ini dinilai layak menjadi tuan rumah festival internasional.
Festival yang pertama kali digelar pada Maret 2025 tersebut kini berkembang menjadi ruang pertemuan budaya dunia yang mempererat persahabatan antarbangsa.
Festival seni budaya dunia yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat semakin memperkenalkan Buleleng ke tingkat internasional sebagai destinasi budaya. Melalui pertemuan seni dan budaya ini, Buleleng juga diharapkan menjadi ruang yang memperkuat persahabatan antarbangsa serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada dunia.
