Akademisi Soroti Wacana Nyepi di Tilem Kesanga, Ingatkan Makna Kosmologis Nyepi

SHARE


Denpasar,SINGARAJANOW ,- Wacana pemindahan pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi ke Tilem Kesanga kembali mencuat di ruang publik. Namun, kalangan akademisi menilai gagasan tersebut keliru karena tidak sejalan dengan kosmologi, sastra wariga, dan tradisi keagamaan Hindu Bali. Jumat (9/1)

Akademisi dan pakar wariga Bali, Dr. I Made Gami Sandi Untara, menegaskan bahwa Tilem Kesanga dalam kalender Caka Bali klasik tidak pernah dimaknai sebagai hari Nyepi. Menurutnya, Tilem Kesanga merupakan rahina Tawur Kesanga, puncak Bhuta Yadnya untuk menyeimbangkan Bhuwana Agung.

“Tilem Kesanga adalah fase penutupan siklus dan penetralan energi Bhuta Kala melalui tawur dan caru. Sementara Nyepi dilaksanakan setelahnya, sebagai hari brata sunya dan penyepian,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara filosofis Nyepi berkaitan dengan Tahun Baru Saka sebagai awal kesadaran baru, sedangkan Tilem merupakan akhir sasih. Karena itu, penyamaan Tawur Kesanga dengan Nyepi dinilai sebagai kekeliruan konseptual.

Dari sisi sejarah, ia menyebut penetapan Nyepi di Tilem Kesanga yang pernah berlaku pada periode 1960–1982 telah dikoreksi melalui Seminar Kesatuan Tafsir Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tahun 1983, yang menetapkan Nyepi dilaksanakan sehari setelah Tilem Kesanga.

Akademisi mengingatkan agar setiap wacana perubahan terhadap ritus sakral seperti Nyepi dilakukan melalui kajian mendalam dan komprehensif, agar tidak menimbulkan kerancuan teologis di tengah umat.