19.10.2026

Buka OKK PWI, Bupati Sutjidra Minta Wartawan Buleleng Terus Tingkatkan Kompetensi di Era Digital

1
image

Bupati Sutjidra Tekankan Kompetensi Wartawan di Era Digital, PWI Buleleng Gelar OKK Diikuti 35 anggota PWI Buleleng, kegiatan konsolidasi dan orientasi kewartawanan menjadi upaya memperkuat profesionalisme, integritas, serta pemahaman kode etik jurnalistik.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Tantangan jurnalistik di era digital menuntut wartawan tidak hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjaga akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab dalam setiap pemberitaan. Peningkatan kompetensi secara berkelanjutan menjadi salah satu kunci agar insan pers tetap profesional di tengah derasnya arus informasi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., saat membuka kegiatan Konsolidasi dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buleleng di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (15/10/2026).

Sutjidra mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai langkah untuk memperkuat kapasitas wartawan sekaligus menyegarkan kembali pemahaman mengenai kode etik jurnalistik dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat mengharuskan wartawan terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

“Saya contohkan sama halnya dengan profesi dokter yang harus memperbarui uji kompetensi secara berkala, profesi wartawan juga membutuhkan upaya penyegaran dan peningkatan kompetensi. Apalagi di era digitalisasi saat ini, kemajuan teknologi informasi bergerak sangat cepat sehingga insan pers dituntut untuk terus adaptif,” ujar Sutjidra.

Ia juga menekankan pentingnya keberadaan media massa yang terverifikasi sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Selama ini, komunikasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan insan pers dinilainya telah berjalan dengan baik, khususnya dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang teruji dan berimbang.

Di tengah maraknya informasi yang beredar di media sosial tanpa proses verifikasi memadai, Sutjidra menilai wartawan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipercaya. Karena itu, penerapan kode etik jurnalistik dan proses pemeriksaan fakta harus tetap menjadi landasan utama dalam menghasilkan karya jurnalistik.

“Di tengah maraknya informasi liar di media sosial, keberadaan wartawan yang terikat kode etik jurnalistik sangat penting untuk menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami berharap melalui kegiatan konsolidasi dan orientasi ini, kualitas serta profesionalisme insan pers di Buleleng semakin meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua PWI Bali, Wayan Dira Arsana, menjelaskan bahwa kegiatan OKK tersebut diikuti 35 anggota PWI Buleleng. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus pemenuhan proses keanggotaan agar para peserta memiliki legalitas dan kompetensi kewartawanan yang jelas melalui uji kompetensi kewartawanan (UKK).

BACA JUGA
Optimalisasi Transaksi Nontunai, Pemkab Buleleng Dorong Belanja Daerah Lebih Transparan dan Berdaya Guna bagi Masyarakat

Dira Arsana menilai peningkatan kemampuan dan integritas merupakan kebutuhan mendasar bagi wartawan, terutama ketika masyarakat semakin kritis dalam menilai pemberitaan dan informasi yang beredar semakin beragam. Wartawan dituntut mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, memahami batas-batas etika, serta menjalankan proses konfirmasi secara tepat sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

Ia berharap penguatan organisasi dan peningkatan kompetensi dapat membantu anggota PWI semakin cermat dalam menentukan kelayakan suatu informasi untuk diberitakan. Wartawan juga diharapkan mampu membedakan persoalan yang perlu diberitakan, hal-hal yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut, serta informasi yang membutuhkan koordinasi dengan pihak terkait tanpa mengabaikan independensi jurnalistik.

Selain penguatan internal organisasi, Dira Arsana turut meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pers daerah. Sinergi antara organisasi kewartawanan dan organisasi perangkat daerah (OPD), menurutnya, perlu terus dibangun agar komunikasi publik berjalan baik serta akses terhadap informasi dapat mendukung pelaksanaan tugas jurnalistik secara profesional.

Pembukaan OKK PWI Kabupaten Buleleng turut dihadiri Ketua PWI Bali beserta jajaran Dewan Kehormatan PWI Bali, pengurus dan anggota PWI Buleleng, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Buleleng.

Melalui kegiatan ini, peningkatan kompetensi wartawan diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan keanggotaan, tetapi berlanjut menjadi komitmen untuk menjaga integritas, menaati kode etik jurnalistik, dan menyajikan informasi yang akurat serta berimbang. Penyelenggaraan kegiatan serupa secara berkelanjutan juga diharapkan mampu memperkuat kualitas pers lokal di Kabupaten Buleleng. (rls/pemkab)

1 thought on “Buka OKK PWI, Bupati Sutjidra Minta Wartawan Buleleng Terus Tingkatkan Kompetensi di Era Digital”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *