19.10.2026

Akses Sport Center Lumbanan Masuk Tahap Pengukuran, CSR Rp1 Miliar Disiapkan untuk Pembebasan Lahan

0
image

Sekitar 16 pemilik lahan dilibatkan dalam pendataan. Jalur sepanjang 650 meter membutuhkan lahan sekitar 0,65 hektare, termasuk ruang untuk drainase.

SINGARAJA, SINGARAJANOW – Rencana pembangunan Sport Center di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Buleleng, mulai memasuki tahapan penting. Setelah sempat terhenti dalam pembahasan selama sekitar satu tahun, proses penyediaan akses menuju kawasan olahraga tersebut kembali digulirkan melalui pendataan dan pengukuran lahan milik masyarakat.

Pembahasan bersama para pemilik lahan kembali dilakukan pada Kamis (10/9) malam di Ruang Rapat KONI Buleleng. Pertemuan yang dipimpin Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, itu melibatkan sekitar 16 pemilik lahan yang terdata terdampak rencana pembukaan akses menuju kawasan Sport Center.

Tahap awal yang disepakati yakni melakukan survei, pengukuran, dan pemetaan terhadap bidang tanah masyarakat. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan secara pasti bidang lahan yang terdampak sekaligus menghitung luasan yang nantinya menjadi dasar pembahasan pemberian tali asih kepada masyarakat.

Sport Center Lumbanan sendiri direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 5,7 hektare yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Bali dan telah dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng. Persoalan yang masih harus diselesaikan berada pada sisi akses, lantaran jalur menuju kawasan olahraga tersebut sebagian melewati lahan milik masyarakat.

Gede Supriatna mengatakan, pertemuan dengan pemilik lahan kembali dilakukan untuk mencari titik temu setelah pembahasan sebelumnya sempat terhenti.

“Kami mengundang masyarakat untuk melanjutkan diskusi yang sempat terjeda setahun lalu terkait pembukaan akses jalan menuju lahan Sport Center. Harapannya ada titik temu terkait pembebasan lahan untuk akses jalan tersebut,” ujar Supriatna.

Jalur yang direncanakan menghubungkan jalan raya dengan kawasan Sport Center memiliki panjang sekitar 650 meter. Dalam pembahasan terbaru, badan jalan yang sebelumnya direncanakan sekitar enam meter diusulkan diperlebar menjadi delapan meter. Selain itu, diperlukan ruang untuk pembangunan drainase sehingga kebutuhan lebar lahan secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 10 meter.

Dengan panjang akses sekitar 650 meter dan kebutuhan lebar lahan sekitar 10 meter, total bidang yang diperkirakan diperlukan mencapai kurang lebih 6.500 meter persegi atau 0,65 hektare.

CSR Rp1 Miliar Dialokasikan untuk Akses Sport Center

Dewan Kehormatan KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, menyebut pembahasan akses Sport Center Lumbanan bukan kali pertama dilakukan. Namun, proses tersebut kini kembali dilanjutkan dengan tahapan yang lebih konkret melalui pengukuran bidang tanah.

Dari sekitar 16 pemilik lahan yang masuk pendataan, satu orang tidak dapat menghadiri pertemuan karena sedang sakit. Menurut Wiratmaja, kepastian mengenai bidang dan luas lahan menjadi hal utama sebelum pembahasan mengenai tali asih dilakukan.

“Intinya, dengan adanya CSR Rp1 miliar ini, kami membutuhkan kepastian siapa yang terkena dan berapa luas lahannya. Setelah dilakukan pengukuran, akan terlihat siapa yang terkena dan berapa luas lahan yang dibutuhkan. Setelah itu kita akan bicara soal tali asih kepada warga,” terang Wiratmaja.

Dana sebesar Rp1 miliar tersebut merupakan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pengusaha asal Buleleng, I Gusti Ngurah Anom atau yang akrab disapa Cok Krisna.

Semula, dana CSR tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan sirkuit. Namun, setelah melihat kebutuhan pembangunan Sport Center, dukungan tersebut dialihkan untuk membantu proses pembebasan lahan yang diperlukan sebagai akses menuju kawasan olahraga.

Cok Krisna menegaskan dukungannya diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan olahraga dan kemajuan Buleleng. Ia berharap keberadaan Sport Center tidak hanya melahirkan bibit-bibit atlet baru, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Saya berjuang untuk Buleleng, apalagi untuk olahraga. Saya lahir di Buleleng. Jangan pesimis, harus optimistis,” tegas Cok Krisna.

Ia juga meminta masyarakat Lumbanan tidak melihat proses pembebasan lahan sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Menurutnya, terbukanya akses menuju Sport Center berpotensi meningkatkan aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian di kawasan tersebut.

“Saya tidak mempunyai kepentingan pribadi. Ini untuk memajukan Buleleng. Anggap saja CSR ini sebagai bentuk sumbangan untuk masyarakat Lumbanan. Harapannya Bali Utara bisa semakin berkembang,” ujarnya.

Proses pengadaan lahan nantinya akan dilakukan secara bertahap. Setelah sosialisasi, tahapan dilanjutkan dengan inventarisasi, persetujuan pengukuran, survei dan pengukuran, penyusunan daftar nominatif, musyawarah pengadaan, pemecahan sertifikat, penyerahan tali asih, hingga penyerahan lahan.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat yang hadir menyatakan persetujuan terhadap langkah awal berupa survei, pengukuran, dan pemetaan. Tahapan ini diharapkan menjadi pijakan untuk memastikan kebutuhan lahan secara objektif sebelum masuk ke pembahasan berikutnya.

Pertemuan turut dihadiri Kepala Dinas PUTR Perkim Buleleng, Kepala BKAD Buleleng, perwakilan BPN Buleleng, Plt. Camat Sukasada, Lurah Sukasada, Kaling Lumbanan, Kelian Desa Adat Lumbanan, serta jajaran Dewan Kehormatan KONI Buleleng.

Dengan kembali bergeraknya proses pembebasan lahan, akses menuju Sport Center Lumbanan kini memasuki fase yang lebih terukur. Penyelesaian akses tersebut menjadi bagian penting agar lahan Sport Center yang telah tersedia dapat benar-benar dimanfaatkan dan pembangunan kawasan olahraga di Bali Utara bisa segera bergerak ke tahap berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *