Dari Tejakula untuk Prestasi, 38 Fighter Unjuk Kemampuan di Fight Night
Wabup Supriatna Apresiasi Ajang Olahraga Anak Muda dan Dorong Lahirnya Petarung Berdaya Saing
SINGARAJA, SINGARAJANOW– Panggung olahraga tarung di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng, berlangsung semarak. Sebanyak 38 fighter tampil dalam Tejakula Fight Night yang digelar di Lapangan Teja Harum, Minggu (6/9/2026), mempertemukan petarung dari berbagai daerah hingga luar Bali.
Event tersebut dikemas dalam 19 pertandingan dengan peserta yang tidak hanya berasal dari wilayah Tejakula. Sejumlah fighter dari kabupaten lain di Bali turut ambil bagian, termasuk peserta dari luar Pulau Dewata seperti Indramayu dan Sumba.
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Anggota DPRD Buleleng Dewa Komang Yudi Astara hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan. Kehadiran Wabup menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang dinilai mampu memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga.
Supriatna mengapresiasi penyelenggaraan Tejakula Fight Night yang mampu mempertemukan fighter dari berbagai daerah. Menurutnya, kompetisi semacam ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus membentuk karakter para peserta.
“Event seperti ini sangat menarik dan menghibur. Semoga dapat menjadi wadah untuk melahirkan fighter muda yang memiliki daya saing dan mental juara,” kata Supriatna.

Ia juga mengingatkan para fighter agar tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi tetap mengedepankan nilai-nilai sportivitas. Sikap menghormati lawan dan menjunjung aturan pertandingan, menurutnya, merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang atlet.
“Yang terpenting adalah bagaimana para fighter terus berkembang, memiliki mental yang kuat, dan tetap menjunjung sportivitas. Prestasi akan mengikuti jika proses pembinaan dilakukan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan event olahraga di tingkat desa juga memiliki peran penting dalam memberikan alternatif kegiatan yang positif bagi generasi muda. Semakin banyak kompetisi yang terselenggara, semakin terbuka pula kesempatan bagi talenta-talenta lokal untuk menunjukkan kemampuannya.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin berkembang. Dari event-event seperti inilah kita bisa menemukan potensi-potensi muda yang nantinya mampu membawa nama Buleleng ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.
Suasana pertandingan semakin meriah dengan dukungan masyarakat yang menyaksikan aksi para fighter. Persaingan antarpeserta sekaligus menjadi ruang bagi para petarung untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam.
Di penghujung acara, Wabup Supriatna turut menyerahkan trofi kepada lima fighter yang masuk nominasi fighter terbaik sebagai bentuk penghargaan atas penampilan mereka.
Pemerintah Kabupaten Buleleng pun mendorong agar kegiatan olahraga berbasis komunitas seperti Tejakula Fight Night terus dikembangkan. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu jalur pembinaan untuk mencetak generasi muda yang berprestasi, disiplin, berdaya saing, dan memiliki mental juara. (*)