
SINGARAJA, SINGARAJANOW – Semangat kebersamaan menyelimuti kegiatan gathering pagi Komunitas VW Buleleng yang dipadukan dengan Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kegiatan yang diawali dengan senam bersama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat visi pembangunan Bali hingga ke tingkat akar rumput.
Sebanyak 350 peserta yang terdiri dari ASN, guru dan tenaga usaha (TU) SD, SMP, SMA/SMK, siswa, serta perangkat desa se-Kecamatan Sukasada turut ambil bagian dalam kegiatan Senam Nangun Sat Kerthi dan Zumba yang digelar di Taman Bung Karno.
PLT Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, SE, dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul.
“Ini adalah komitmen nyata dalam menjaga kesucian alam dan keharmonisan budaya. Nangun Sat Kerthi Loka Bali membuktikan bahwa kemajuan peradaban dapat dicapai melalui keseimbangan antara pembangunan fisik dan kekuatan spiritual,” ujarnya.
Suasana kian meriah dengan sesi senam Zumba yang dipandu oleh instruktur Mila Kurnia Silayanti dan Yeyes, sebelum berlanjut ke rangkaian atraksi budaya yang memukau. Kemeriahan semakin terasa saat Tradisi Goak khas Desa Panji tampil sakral namun tetap energik, diiringi tabuh Baleganjur. Tradisi ini menjadi simbol persatuan, ketangkasan, serta kearifan lokal masyarakat yang terus dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.
Panggung acara juga dihiasi keanggunan Tari Rejang Renteng dari Desa Pancasari dan Desa Wanagiri, serta penampilan atraktif Bartender Juggling oleh peserta pelatihan Lembaga Pendidikan HI Sukasada.
Acara yang dipandu oleh MC “Terkenceh” Bpe Balang Tamak ini semakin semarak dengan iringan musik, sebelum akhirnya ditutup dengan penampilan Joged Mebarung yang memukau dari Sekaa Joged Desa Ambengan dan Desa Kayuputih.
Sinergi antara komunitas otomotif, instansi pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam kegiatan ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi dalam upaya melestarikan warisan budaya di Kabupaten Buleleng.
