
SINGARAJA, SINGARAJANOW,– Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di LKSA Ganesha Sevanam. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan aparat penegak hukum, tenaga medis, hingga pendamping psikososial guna memastikan perlindungan dan pemulihan korban berjalan maksimal.
Hal ini terungkap saat kunjungan Tim Direktorat Pelayanan HAM dari Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Kantor Bupati Buleleng, Jumat (10/4), dalam rangka monitoring sekaligus penguatan penanganan kasus.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa keselamatan serta pemulihan anak menjadi prioritas utama. Sejak kasus mencuat, pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan korban, menyediakan rumah aman, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab penuh dalam menjamin perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak yang menjadi korban.
Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sejumlah langkah konkret telah dilakukan. Aktivitas di LKSA Ganesha Sevanam untuk sementara dihentikan. Selain itu, keluarga diberikan pilihan untuk merawat anak di rumah atau memindahkan mereka ke lembaga alternatif yang telah disiapkan pemerintah.
Saat ini, sebagian anak telah ditempatkan di rumah aman, beberapa kembali ke keluarga, dan lainnya direlokasi ke lembaga sosial pengganti. Upaya pendekatan kepada keluarga juga terus dilakukan agar penanganan berjalan optimal.
Pemkab Buleleng juga membentuk tim pengawas lembaga kesejahteraan sosial yang melibatkan unsur kepolisian, kejaksaan, serta perangkat daerah terkait. Langkah ini bertujuan memperkuat pengawasan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Di sisi lain, proses pemulihan korban terus menjadi perhatian, termasuk penanganan trauma serta pemenuhan kebutuhan dasar anak.
Sementara itu, tenaga ahli bidang human trafficking dari Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Martinus Gabriel Goa, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat dan sinergi yang dilakukan di Buleleng.
Ia menilai pendekatan yang melibatkan berbagai pihak menjadi kunci penting dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak yang kompleks. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan serta keberlanjutan proses pemulihan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
